Bekerja secara online dari rumah atau yang dikenal dengan  WFH (work from home) kini menjadi alternatif yang diterapkan di berbagai organisasi untuk menghindarkan para karyawannya dari bahaya virus Covid-19. Namun  bekerja secara daring dari rumah sering membuat para pemimpin di organisasi merasa kurang terhubung dengan timnya. Selain itu juga bekerja dari rumah berdampak cukup variatif bagi para karyawan. Mungkin awalnya begitu semangat karena tidak harus ke kantor, tetapi ketika dijalani lebih lanjut tidak sedikit karyawan yang justru merasa lebih stress saat bekerja secara daring dari rumah ini.

Karenanya para pemimpin perlu memiliki pendekatan yang tepat untuk dapat mengelola kinerja timnya tetap prima dan membangun kerja sama tim tetap solid walau bekerja secara berjauhan. Pendekatan berikut bisa Anda perhatikan untuk mulai diterapkan dalam tim kerja Anda yang bekerja secara online dari rumah:

1. Buat Tim Merasa Terhubung Satu Dengan Yang Lain

Bekerja secara mandiri di rumah memang dapat dikoordinasikan dengan berbagai fasilitas online yang kini telah tersedia dengan beragam pilihan. Namun juga menimbulkan tantangan tersendiri, seperti seseorang merasa harus menyelesaikan masalah atau troubleshooting sendirian, merasa kurang termotivasi bekerja dan jenuh hingga tim yang sulit dikontrol atau diawasi sehingga mempengaruhi kinerja. Tidak sedikit juga yang berakibat miskomunikasi dan menunggu respon yang lama dari rekan yang lain yang juga bekerja secara mandiri di rumah.

Karenanya pemimpin perlu menjaga agar tim dapat tetap selalu merasa terhubung. Jika biasanya Anda melakukan briefing hanya di pagi hari, selama WFH ini Anda dapat melakukannya lebih sering misalnya juga di siang atau sore hari. Anda juga bisa siasati sehingga setiap orang dalam tim Anda dapat tetap kompak bekerja sama dengan menetapkan kesepakatan ketepatan waktu dan respon yang cepat menjadi hal yang  dievaluasi di tim Anda. Misalnya ketika ada sesama tim yang bertanya via whatsapp group maka jika dalam hitungan lebih dari 30 menit tidak ada yang merespon, maka ada konsekuensi yang diberikan. TIdak serta merta diberi hukuman, tetapi bisa dengan diberikan tugas yang memotivasi mereka, seperti diminta sharing knowledge di esok harinya sehingga hal ini justru meningkatkan kekompakan tim.

2. Dorong Setiap Orang Untuk Berpendapat Dengan Aktif

Tantangan lain ketika bekerja mandiri secara daring ini ialah tim menjadi lebih pasif. Bagaimana tidak, jika pada saat onsite Anda hanya tinggal menggeser kursi atau mendekati meja rekan yang lain untuk berdiskusi secara intens, kini lain cerita ketika WFH. Jika ketika sebelum WFH Anda bisa bertemu dengan rekan dari berbagai divisi di saat jam makan siang dan mengobrol santai dengannya kini tidak lagi selama WFH ini.

Menyikapi hal ini pemimpin perlu mendorong setiap anggota timnya untuk aktif berpendapat. Pemimpin perlu lebih proaktif secara verbal meminta timnya untuk mengeluarkan ide dan pendapatnya. “Sekarang giliran kamu, ayo bagaimana pendapatmu?” atau dorong mereka untuk sharing secara terbuka “Dari rapat koordinasi kemarin, boleh kamu ceritakan apa saja yang kamu dapatkan?” Dengan pemimpin memfasilitasi keaktifan tim ini maka semua orang dalam tim dapat memiliki pemahaman yang sama sehingga terhindar dari miskomunikasi. Selain itu juga membuat suasana tim menjadi cair, tidak hanya berkomunikasi jika di saat genting aja atau ada masalah saja. Satu sama lain juga dapat saling bertukar pendapat sehingga tim Anda terhindar dari merasa bekerja sendirian dan stress berlebihan. Dan Anda sebagai pemimpin juga dapat mengontrol sejauh mana kinerja setiap orang dalam tim.

3. Berikan Apresiasi Secara Verbal

Apresiasi berupa pujian dan penghargaan akan mendorong seserang untuk meningkatkan semangat kerja dan menjaga produktivitasnya. Seorang pemimpin yang mau meningkatkan kinerja timnya harus menyadari bahwa memberikan apresiasi kepada anggota timnya merupakan hal yang krusial. Tantangan selama pandemi dengan bekerja tatap muka secara online, membuat kita serasa dibatasi sehingga jarang memberi umpan balik secara langsung atas hasil kerja atau upaya yang dilakukan anak buah. Entah karena pertemuanyang melibatkan seluruh tim tidak sesering saat onsite, atau hubungan pimpinan dengan tim yang hanya bersifat menugaskan dan melapor. Atau Anda memang tidak terbiasa memberi apresiasi atau pujian pada orang lain. Maka di masa pandemi ketika bekerja secara remote ini, pemberian apresiasi atau penghargaan harus lebih sering dilakukan.

Lalu apresiasi seperti apa yang sebaiknya diberikan? Apresiasi verbal yang walaupun singkat sekalipun sangatlah diperlukan untuk membuat seseorang merasa pekerjaannya dihargai dan termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Dalam memberikan apresiasi verbal ini gunakanlah prinsip ‘jangan biarkan sampai dingin’ artinya berikanlah sesegera mungkin setelah seseorang menunjukkan hasil kerja yang baik, upaya yang lebih di dalam melakukan tugasnya dan jangan membiarkan tertalu lama sehingga membuat apresiasi Anda menjadi basi.

 Misalnya saat seorang tim selesai memberikan presentasi dengan baik, Anda bisa katakana “Terimakasih lho kamu sudah mempersiapkan presentasi dengan sangat baik. Semua yang mendengar tadi merasa senang.” Atau bisa juga Anda puji sikap kerjanya selama ini “Wah Dita kamu selalu cepat respon tiap kali ada komplain dari user, terimakasih ya. Respon kamu benar-benar membantu.”  Dan jangan lupa berikanlah apresiasi secara adil dan berimbang pada semua orang dalam tim Anda, tidak hanya pada orang-orang tertentu saja.

Nah inilah pendekatan efektif dan juga praktis yang dapat kita terapkan agar selama WFH tim kerja tetap kompak dan menghasilkan kinerja yang prima. Selama pandemi ini Next Leader Consulting sebagai partner bagi organisasi dalam mengembangkan pemimpin di Era Milenal hadir untuk meningkatkan kinerja tim melalui berbagai topik materi pembelajaran secara online yang difasilitasi secara interaktif. Anda dapat menghubungi kontak tim kami pada chat box yang tersedia untuk mendapatkan solusi yang tepat.