Ketika berbincang dengan rekan sesama praktisi HR di berbagai organisasi, obrolan yang bergulir belakangan ini sering bertemu di topik yang hampir sama yaitu bagaimana mengelola para milenial di organisasinya. Sekarang ini memang tidak dapat dihindari, generasi yang lahir mulai tahun 80an awal hingga tahun 2000 ini sedang membanjiri dunia kerja. Bahkan governance studies dari Brookings Report menyatakan di tahun 2025, milenial akan menguasai 75% dari angkatan kerja yang ada.

Jika dunia kerja yang kita hadapi sedang terus berubah, rasanya menjadi hal yang seyogyanya bagi para praktisi HR maupun pengelola bisnis mulai mengadaptasikan cara penanganan mereka terhadap angkatan kerja ini. Berikut hal utama yang perlu kita ketahui untuk memperbaiki keterlibatan para milenial di organisasi.

1. Kenali motivasi mereka dalam bekerja

Riset menyatakan milenial merupakan generasi yang berbeda dari angkatan sebelumnya dalam hal motivasi mereka dalam bekerja. Generasi pendahulu mereka acapkali menilai mereka merupakan generasi yang cenderung lebih malas dan santai. Pendapat ini tidak sepenuhnya keliru, namun dari banyak hasil riset menyatakan milenial memiliki keinginan yang kuat untuk dapat membuat dampak atau perbedaan positif bagi lingkungannya.

Hal ini membuat banyak milenial disamping bekerja, mereka menghabiskan waktu mengejar tujuan pribadinya yang mereka tujukan untuk dapat memberi dampak. Atau mereka akan melibatkan diri dalam berbagai aktivitas sosial maupun kemasyarakatan.
Bagi Anda praktisi HR, sumber motivasi untuk berdampak ini dapat dimanfaatkan dengan membuat tujuan dan dampak yang jelas dari setiap peran atau jabatan yang ada di organisasi. Anda dapat memulainya dengan memfasilitasi hasrat mereka ini dengan diselaraskan terhadap nilai-nilai organisasi. Para milenial akan sangat senang jika dapat dilibatkan dalam program implementasi nilai-nilai budaya organisasi, pelaksanaan program-program yang mengarah pada tanggung jawab sosial, kegiatan organisasi yang melibatkan masyarakat sekitar dan berbagai program lain yang telah Anda sesuaikan juga dengan karakteristik milenial dan kondisi organisasi di tempat Anda.

2. Berikan kesempatan yang jelas untuk berkembang

Milenial merupakan generasi yang dibesarkan oleh orang tua Baby Boomer ataupun Generasi X yang telah menghabiskan hampir seluruh waktu dalam hidup mereka untuk bekerja. Mereka seakan menjadi korban orangtua yang lembur demi menghidupi keluarga atau untuk menjajaki tangga karier. Hal ini membuat yang mereka cari dalam bekerja menjadi berbeda yaitu lebih pada pencarian keseimbangan hidup dan bekerja. Hal ini yang seringkali dipersepsi generasi pendahulunya secara berbeda, milenial menginginkan promosi jabatan tanpa usaha ataupun menunjukkan loyalitas yang nyata. Sebenarnya yang mereka cari adalah kesempatan untuk mendapatkan pengembangan profesional.
Menyiasati hal ini Anda dapat memulainya dengan memberi kesempatan pada milenial menangani tugas yang lebih menantang dan dilibatkan dalam tim multi generasi. Interaksi yang timbul dalam tim ini akan memberikan kesempatan transfer pengetahuan berharga yang akan sangat diapresiasi para milenial untuk pengembangan karir yang mereka inginkan.

Dalam hal ini milenial dapat menjadi partner kerja Anda yang efektif ketika Anda mulai menyelaraskan taktik dan strategi organisasi ke dalam model keterlibatan yang lebih interaktif, responsif dan fleksibel dengan kebutuhan mereka.