Budaya perusahaan yang solid berasal dari hubungan antar individu yang ada di dalamnya. Dewasa ini membangun hubungan menjadi topik hangat yang kerap menjadi masalah dengan dihadapkannya kita pada tim lintas generasi. Hubungan dalam satu departemen kerja saja misalkan, Anda dapat menemui Generasi X (angkatan kerja yang lahir di tahun 1965-1980), beberapa senior Baby Boomers (angkatan kerja yang lahir di tahun 1946-1964), dan para milenial muda yang kini mulai membanjiri organisasi.

Bagaimanakah caranya tim yang berisikan berbagai generasi ini dapat menjadi solid atau minimal terhindar dari berbagai kesalahpahaman karena perbedaan pandangan antar generasi? Berikut beberapa tips yang kami intisarikan untuk Anda:

1. Dengarkan input dari tim Anda

Untuk membangun hubungan antar generasi dan membuka jalur komunikasi, mulailah dengan mendengarkan tim Anda. Pada dasarnya semua orang ingin didengarkan. Tanyakan apa yang penting bagi mereka dan bagaimana pilihan mereka untuk berkomunikasi. Manfaatkan pendapat dan saluran pilihan mereka untuk menciptakan hubungan yang memperkuat budaya Anda.

2. Kembangkan tim multi generasi atas dasar suatu kesamaan

Berikan kesempatan bagi anggota dari generasi yang berbeda untuk berinteraksi dan bekerja sama. Anda bisa mulai dengan suatu tim yang dibentuk sebagai pribadi-pribadi yang suka bertindak sebagai penanggungjawab untuk projek internal ataupun projek yang melibatkan organisasi dengan pihak eksternal. Atau Anda dapat mencari karyawan yang memiliki minat ataupun fokus perhatian yang kurang lebih sama, dan bentuklah tim multigenerasi dari kesamaan terebut. Tim lintas generasi yang ada ini dapat memberikan fondasi untuk tidak hanya membangun hubungan profesional, tapi di beberapa organisasi telah menjadi cikal bakal hubungan mentor-mentee yang kuat.

3. Perbanyak kesempatan untuk interaksi tatap muka.

Obrolan santai mulai dari seputar hobby yang sama ketika seorang karyawan bertemu dengan yang lain hingga membuat rencana akhir pekan membuat seseorang merasa terhubung dengan yang lainnya. Milenial merupakan individu yang ingin terhubung dalam komunitasnya, demikian pula generasi pendahulunya pun menyukai adanya perasaan terhubung walau dengan bentuk yang biasanya lebih formal. Anda dapat mendesain ruang kantor, tempat untuk meeting yang bisa mendorong interaksi tatap muka lebih banyak. Untuk karyawan yang tersebar di lokasi yang berbeda Anda dapat memanfaatkan video conference dengan aplikasi yang memungkinkan terjadinya tatap muka. Interaksi tatap muka selain memperat hubungan juga menghindarkan dari miskomunikasi yang dapat terjadi.

4. Kembangkan peer-recognition

Organisasi yang memberi kesempatan para karyawannya untuk saling mengenali kemajuan dan prestasi masing-masing membuat hubungan antara individu meningkat dan terciptanya suasana kekeluargaan dalam tim. Mengembangkan peer-recognition atau penghargaan dari sesama rekan kerja ini memiliki beberapa manfaat, seperti karyawan menjadi lebih banyak terlibat dibandingkan mereka yang mendapat motivasi dari reward ekternal. Untuk meningkatkan hubungan dan keterlibatan antar generasi Anda dapat memulainya dengan peer-recognition antar atasan-bawahan dalam satu tim yang telah solid.

5. Hidupi nilai-nilai budaya organisasi Anda.

Untuk terciptanya hubungan antar generasi yang kuat, Anda harus menjalaninya setiap hari! Anda perlu menjalankan pola perilaku konsisten yang selaras dengan nilai budaya organisasi. Ini dapat dimulai dengan membuat koneksi yang kuat di generasi Anda terlebih dulu. Lakukan dengan konsisten maka Anda akan melihat rekan Anda yang lainnya akan mengikuti dan melihat adanya perubahan dalam interaksi mereka satu dengan yang lainnya.