Masa pandemi yang belum juga berakhir, memaksa setiap kita terutama para pemimpin dan profesional untuk memiliki kemampuan penyelesaian masalah atau problem solving yang jitu. Di awal pandemi kita telah dikejutkan dengan tantangan bekerja yang harus serba online dan digital. Jadwal dan aktivitas kerja pun berubah yang harus diadaptasikan dengan cepat. Berbagai tantangan baru ini berdampak pada permasalahan dan isu yang memaksa para professional dan pemimpin untuk memiliki kemampuan problem solving yang handal. Sementara rutinitas yang ada seringkali menyita waktu kita untuk mengasah ‘gergaji’ ketrampilan problem solving.

Karenanya kita perlu cara-cara pendekatan problem solving yang praktis namun juga efektif untuk menghadapi tantangan jaman now. Nah, untuk Anda para pemimpin dan profesional berikut 5 langkah praktis meningkatkan kemampuan problem solving yang langsung bisa Anda terapkan di keseharian pekerjaan Anda:

1. BERPIKIRAN TERBUKA (OPEN MIND)

Seringkali pemimpin dan professional sudah merasa buntu dan tidak berpikiran terbuka ketika dihadapkan dengan masalah. Karenanya langkah pertama untuk meningkatkan kemampuan problem solving adalah Anda perlu mensetting diri untuk selalu berpikiran terbuka. Berpikiran terbuka ini berarti Anda siap menggali ide, cara dan pendekatan yang berbeda dari siapapun atau dari berbagai sumber. Berpikiran terbuka ini juga akan berdampak Anda merasa lebih tenang dan berani untuk terus mencoba berbagai hal untuk menyelesaikan masalah. Banyak kali persoalan yang tidak memiliki jalan keluar, adalah karena kita menghadapinya dengan pola pikir yang terpaku pada masalah bukannya solusi dan sikap menutup diri dari ide baru atau yang sering disebut dengan istilah fixed mindset.

2. GUNAKAN MIND MAPPING 

Setelah berpikiran terbuka, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi. Istialhnya disini kita perlu menguraikan benang kusut yang ada hingga pada akhirnya dapat diketahui sebenaranya apa permasalahan utama yang ada? Untuk mengidentifikasi masalah dengan benar, kita dapat menggunakan  mind mapping sehingga kondisi dan berbagai tantangan yang ada dapat dengan termapping dengan terinci dan mendalam. Selain itu mind mapping merupakan metode yang mengaktifkan kerja otak kanan, yang dilakukan dengan memvisualisasikan masalah utama, tujuan yang ingin dicapai, ide-ide dan poin tindakan dalam suatu  mind mapping. Mind mapping sangat membantu untuk melihat gambaran yang lebih besar dari masalah yang kita hadapi sehingga menemukan ide-ide yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Menggunakan mind mapping juga mengaktifkan otak kreatif yang akan membuat kita dapat mengidentifikasi masalah sekaligus menemukan solusi-solusi kreatif.

3. LAKUKAN BRAINSTORMING

Setelah masalah yang ada dapat teridentifikasi dan mulai mendapatkan solusi-solusi baru, selanjutnya Anda perlu mengasah ketrampilan problem solving adalah dengan secara aktif melakukan brainstorming. Seperti apakah melakukan brainstorming yang efektif ? Sejatinya brainstorming merupakan teknik mengumpulkan gagasan atau ide untuk mencari solusi dari masalah tertentu. Dilakukan dengan cara curah pendapat yaitu setiap orang yang terlibat di dalamnya berupaya mencari penyelesaian atas suatu masalah dengan mengumpulkan gagasan-gagasan yang ada secara spontan.

 Nah lalu bagaimana agar brainstorming menghasilkan berbagai ide yang diperlukan? Pastikan saat melakukannya setiap orang yang terlibat tidak mengkritisi terlalu dini setiap ide yang muncul baik itu berasal dari diri sendiri atau dari yang lain. Yaitu misalnya dengan memberi penilaian / evaluasi terlalu dini “Ini salah, ini kurang tepat, tidak dapat diterima dan sebagainya…” Situasi bebas dari kritik ini akan membuat setiap yang terlibat tidak ragu untuk mengungkapkan ide-ide mereka, sebab bisa jadi dari ide-ide yang muncul tersebut menjadi solusi yang jitu.

4. LAKUKAN SESI REFLEKSI

Setelah berbagai ide didapatkan, maka langkah berikutnya adalah kita perlu merefleksi semua ide dan pendapat tersebut. Yaitu dengan melakukan evaluasi terhadap ide-ide dan pendapat yang ditemukan saat brainstorming. Pertanyaannya apa sajakah yang perlu direfleksikan ? Utamanya disini ialah bagaimana dampak dan pengaruh dari setiap ide terhadap penyelesaian masalah. Pada langkah keempat ini para pemimpin dan professional dapat menanyakan “Apakah ide tersebut dapat menyelesaikan masalah secara efektif ?”

5. DAPATKAN UMPAN BALIK

Terakhir Anda perlu mengetahui kemajuan dari ide-ide penyelesaian masalah yang sedang diterapkan. Pada tahap pelaksanaan seringkali fokus kita dapat terdistraksi. Belum lagi melakukan problem solving pada masalah yang baru bagi kita sangat mungkin terjadi error dan hal-hal yang kurang tepat. Karenanya kita memerlukan umpan balik dari orang yang dirasa memiliki keahlian di bidang yang sedang kita hadapi. Mintakan umpan balik dari rekan senior, mentor atau atasan hingga orang-orang yang bisa dipercaya. Anda dapat meminta umpan balik ini dari mereka terkait apakah penerapan solusi ini sudah efektif? Apakah resiko atau dampak negatif yang bisa terjadi dari solusi ini dan bagaimana mengantisipasinya.

Dan jika dari umpan balik yang didapat ternyata kita belum melakukan penyelesaian masalah dengan efektif, janganlah cepat berkecil hati. Justru jadikan sebagai pembelajaran berharga dan segera kembali identifikasi masalah yang mungkin dapat terjadi bersama tim Anda. Tetapi pastinya dengan Anda telah mencobanya, kemampuan problem solving Anda telah selangkah lebih maju!

Untuk memfasilitasi para pemimpin, Next Leader Consulting hadir sebagai partner dalam mengembangkan para pemimpin masa depan. Khususnya di masa pandemi ini, Next Leader Consulting membekali para pemimpin dan profesional untuk melesatkan kemampuan problem solving, salah satunya melalui program Creative Thinking For Problem Solving yang telah membantu para pemimpin meningkatkan kemampuan problem solving dirinya sekaligus meningkatkan performa tim.