Ketrampilan mempengaruhi merupakan ketrampilan krusial untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan mitra kerja hingga anak buah yang Anda pimpin, dan berdampak dapat membuka hubungan untuk mendapatkan prospek-prospek baru. Banyak dari kita menganggap kemampuan berkomunikasi adalah suatu bakat bawaan. Nyatanya, apakah benar demikian? Chris Musselwhite, CEO Discovery Learning Inc. dalam Harvard Business Review mengungkapkan bahwa Anda dapat meningkatkan kekuatan komunikasi setelah Anda belajar mengidentifikasi dan menguasai lima gaya mempengaruhi (influencing style) yang berbeda.

Namun sayangnya, penelitian menunjukkan bahwa mayoritas setiap kita seringkali kurang fleksibel dan cenderung lebih suka menggunakan cara mempengaruhi sesuai dengan kebiasaan yang sudah sering dilakukan. Karenanya saya menantang setiap Anda yang ingin memperbaiki kemampuan komunikasi Anda dengan mengenali 5 gaya mempengaruhi berikut ini untuk kemudian menyesuaikannya dengan lawan bicara atau orang yang Anda ingin pengaruhi.

LANGKAH I: KETAHUI GAYA MEMPENGARUHI ANDA

Dengan mengetahui gaya Anda sendiri, maka akan lebih mudah untuk memperhatikan gaya  orang lain, sehingga dapat membantu Anda mendeteksi penyebab belum berhasilnya pendekatan yang Anda lakukan dan memutuskan gaya terbaik lainnya yang lebih tepat untuk dilakukan.

Cermati 5 Gaya Mempengaruhi di bawah ini dan refleksikanlah mana yang paling sering Anda gunakan?

1. Bridging: Anda nyaman mendekatkan menggambar hubungan atau koneksi diantara teman-teman dan rekan kerja hingga partner bisnis. Anda suka mengajak orang-orang untuk berbicara bersama dan mengundang pemangku kepentingan yang ada untuk duduk berbicara bersama mencari suatu konsensus atau kesamaan pendapat.

2. Rationalizing: Anda merupakan seorang yang analitis dan sering menggunakan fakta-fakta dan data untuk mendukung sudut pandang Anda untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain.

3. Asserting: Anda merupakan seorang yang suka berbicara secara to the point atau langsung pada topik masalah utama. Kelebihan Anda ialah dapat menggunakan kepercayaan diri Anda untuk membantu memotivasi orang lain untuk bertindak.

4. Inspiring: Ciri khas Anda ialah orang lain dapat merasakan Anda adalah pembicara yang menarik. Anda piawai menggunakan cerita dan metafora untuk membantu orang lain memahami ide-ide yang kompleks,  menawarkan dukungan, dan menanamkan rasa memiliki satu tujuan.

5. Negotiating: Anda memiliki kemampuan untuk mengkolaborasikan orang-orang di sekitar Anda dengan kuat. Anda secara proaktif mencari cara untuk memuaskan kepentingan yang berbeda, memberikan ruang bagi semua suara untuk didengarkan, dan menciptakan konsensus untuk mencapai hubungan yang harmonis antar tiap orang.

LANGKAH II: KETAHUI GAYA MEMPENGARUHI ORANG LAIN

Tingkatkan kepekaan Anda dalam mengetahui gaya mempengaruhi orang lain dengan menjadi pendengar aktif dan memperhatikan bagaimana orang lain berkomunikasi, lebih rincinya dengan 3 hal berikut ini:

1. Berpikiran Terbuka dan Bertanyalah

Ketika mengikuti suatu percakapan misalnya dalam rapat, hindari hanya fokus pada persoalan yang sedang dibahas. Bukalah pikiran Anda dan mulai dari sekarang coba  bertanya untuk mengetahui sudut pandang orang lain. Ketika Anda bertanya ini sebenarnya merupakan sarana untuk Anda dapat menilai cara komunikasi seseorang dalam mempengaruhi.

2. Dengarkan dengan Seksama

Ketika lawan bicara yang Anda tanya sedang berbicara, perhatikanlah isi pesan yang ia sampaikan dan cara ia menyampaikan.  Yakni perhatikanlah intonasi suaranya, bahasa tubuh dan bagaimana ia menanggapi yang lain. Tangkap apa yang menjadi kekhawatirannya dan apa yang membuatnya menjadi sangat bersemangat. Catatlah semua dalam ingatan Anda dan bandingkan diantara 5 gaya mempengaruhi yang paling mendekati.

Misalnya Anda memperhatikan salah seorang Kepala Divisi di organisasi Anda yang suka menyampaikan program kerja dengan menyertakan data-data di lapangan dengan sangat lengkap. Ia juga suka meminta tiap orang melaporkan secara rinci hasil yang didapat setiap bulannya. Maka dapat dikategorikan ia sedang menggunakan gaya Rationalizing.

3. Adaptasikan Gaya Mempengaruhi Anda

Selanjutnya Anda perlu meresponnya dengan gaya mempengaruhi yang sama dengan yang lawan bicara Anda gunakan. Karena gaya yang sering seseorang gunakan merupakan gaya yang paling nyaman baginya. Latihlah empati Anda dan perhatikan baik-baik bagaimana respon Anda diterima olehnya. Anda juga tidak harus terpaku hanya menggunakan satu gaya, tapi beradaptasilah saat bercakap-cakap dengannya.

Yaitu misalnya Anda perlu merespon Kepala Divisi tadi dengan menunjukkan hasil kerja Anda beserta data-data yang lengkap, hindari hanya menyatakannya secara umum, karena akan membuatnya tidak mempercayai Anda, tapi Anda perlu menyiapkan segala sesuatunya secara terinci. Dan Anda dapat mengkombinasikannya dengan gaya mempengaruhi Bridging yaitu carilah kesamaan pendapat dengannya. Berikan data-data terinci Anda untuk mendukung pendapatnya, bahkan beri masukan yang senada dengannya sehingga respon Anda ini akan semakin memperkuat pengaruh yang sedang Anda berikan padanya.

LANGKAH III: UBAH KEBIASAAN MENJADI TUJUAN

Jika Anda selama ini mempengaruhi sesuai kebiasaan yang sering Anda gunakan dan terlalu bersandar pada gaya utama Anda, sebenarnya Anda sedang mengurangi peluang untuk didengarkan orang lain dan membatasi kemampuan Anda dalam mempengaruhi orang lain.

Untuk menjadi efektif Anda perlu menguasai kelima gaya mempengaruhi ini, karena tidak ada satu gaya yang dapat sesuai dengan semua situasi. Teruslah berlatih sehingga Anda menjadi fleksibel dan piawai dalam menggunakan setiap gaya mempengaruhi ini sesuai situasi yang ada dan menciptakan percakapan yang lebih berarti. Next Leader Consulting merupakan partner yang hadir dalam memperbaiki kinerja individu dan organisasi siap membantu Anda dalam program Persuasive Communication and Influencing Skill untuk meningkatkan hubungan, mendapatkan kepercayaan dan meningkatkan hasil bagi para profesional dan pemimpin organisasi.