Apakah tantangan terbesar Anda ketika sedang berperan sebagai Coach atau melakukan sesi coaching? Bagi tidak sedikit orang pendekatan coaching yang seyogyanya memberi ruang Coachee berbicara lebih banyak dan luas, mendengarkan menjadi tantangan utamanya. Bagaimana tidak, selama ini mungkin Anda adalah seorang pemimpin atau profesional yang terbiasa memberi arahan atau instruksi langsung pada tim, sementara dalam coaching Anda perlu menahan diri untuk tidak melakukannya. Dan sebagai pengganti arahan tadi, Coach diharapkan dapat bertanya yaitu memposisikan diri sebagai seseorang yang ingin mengetahui lebih lanjut pendapat Coachee.

Dengan peran utama yang justru lebih banyak menggali pendapat Coachee melalui bertanya ini, maka krusial sekali bagi seorang Coach untuk terus mengasah ketrampilan bertanya. Tom Pohlman dan N.M Thomas dalam buku Relearning the Art of Asking Question menyatakan ada 4 tipe pertanyaan yang berkekuatan (powerful questions), yaitu :

1. PERTANYAAN MEMPERJELAS (CLARIFYING)

Pertanyaan yang digunakan untuk lebih memahami apa yang telah dikatakan Coachee. Yaitu dengan bertanya untuk memperjelas, semakin mengetahui dan mengkonfirmasi apa yang telah dikatakan. Dalam coaching, pertayaan clarifying berupa pertanyaan yang menggiring Coach ke pertanyaan lanjutan yang relevan, seperti ” Coba ceritakan lebih lanjut seperti apa kondisinya? “ dan “Apa penyebabnya sehingga Anda merasa demikian?” Namun sayangnya seringkali pertanyaan clarifying ini terlewat, Coach cenderung membuat asumsi sendiri dari jawaban Coachee tanpa digali lebih lanjut sehingga situasi yang dihadapi Coachee atau pendapatnya belum tergali maksimal.

2. PERTANYAAN MENGHUBUNGKAN (ADJOINING)

Yaitu tipe pertanyaan yang sangat berguna untuk mengeksplorasi aspek-aspek lebih rinci terkait suatu masalah atau pendapat yang terabaikan dalam pembicaraan. Merupakan pertanyaan untuk menyelidik lebih dalam yang ditanyakan pada Coachee dengan menghubungkannya dengan hal-hal yang sebelumnya telah diutarakan Coachee. Misalnya “Bagaimana bila metode ini diterapkan di situasi yang berbeda?” atau “Apa saja manfaat dari software ini yang dapat digunakan untuk mengantisipasi masalah tadi?” Dengan Coach menggunakan pertanyaan-pertanyaan menghubungkan ini akan sangat membantu mendapatkan ide-ide dan pemikiran yang baru dari hal-hal yang sebelumnya diutarakan Coachee.

3. PERTANYAAN MENYALURKAN (FUNNELING)

Pertanyaan yang digunakan untuk menyelami lebih dalam cara berpikir, ide-ide atau cara pandang Coachee. Yaitu untuk semakin memahami bagaimana suatu jawaban dapat muncul dari Coachee, menantang asumsinya dan memahami akar masalah. Contohnya Coach dapat bertanya “Bagaimana cara Anda melakukan monitoring terhadap hal itu?” atau “Apa alasannya Anda tidak menggunakan pendekatan ini kepada pelanggan?”

4. PERTANYAAN MENGANGKAT (ELEVATING)

Pertanyaan yang ditujukan untuk mengangkat isu-isu yang lebih luas dan menyoroti gambaran yang lebih besar sehingga membantu Coach ‘melihat dari ketinggian secara lebih luas’. Terkadang pembicaraan dalam suatu sesi coaching terlalu tenggelam dalam masalah sehingga membuat baik Coach dan Coachee kesulitan untuk melihat seluruh konteks. Contohnya diskusi tentang pencapaian penjualan yang menurun dan nilai kepuasan pelanggan yang belum maksimal dapat berubah menjadi diskusi yang lebih luas dapat menjadi diskusi yang lebih luas mencakup startegi korporat dengan Coach mengangkat pertanyaan “Di luar kondisi masalah yang telah kita bahas ini, trend apakah yang ada diluar yang turut mempengaruhinya?” dan dapat dilanjutkan dengan “Menurut Anda, bagaimana semua ini bisa saling berkaitan?” Pertanyaan ini akan membawa percakapan coaching ke ranah diskusi yang lebih tinggi, dimana baik Coach dan Coachee dapat melihat hubungan yang lebih luas antara satu isu / masalah dengan isu yang lainnya. 

NEXT LEADER CONSULTING sebagai partner bagi para pemimpin masa depan, melalui program pelatihan dan pendampingan pemimpin, kami membantu  memfasilitasi para pemimpin untuk dapat lebih banyak bertanya secara terarah dalam sesi coaching sesuai tujuan yang ingin diraih, sehingga sesi coaching Anda dapat menghasilkan solusi-solusi tindakan yang tepat. Semangat terus berlatih diri dan menjadi Coach yang semakin memberdayakan tim Anda!