Memasuki awal tahun, setiap orang menyambutnya dengan gembira. Harapan baru pun disusun dengan segala tekad untuk segala sesuatu menjadi lebih baik. Walau pandemi virus corona yang mengguncang dunia sejak 2020 lampau belum lenyap, namun hal-hal baik lainnya masih dapat kita gapai. Tentunya setiap kita tidak ingin hanya membuat suatu resolusi tanpa dapat menggapainya menjadi kenyataan. Walau tidak bisa dipungkiri resolusi awal tahun seringkali hanya menjadi suatu angan alias gagal untuk dicapai! Ternyata salah satu penyebab utama ialah dari cara membuat resolusi yang salah. Karenanya agar tidak terulang lagi, silahkan simak beberapa kesalahan terbesar yang perlu Anda hindari dan antisipasi dalam membuat resolusi:

1. Pernyataan Resolusi yang Salah

Seperti apakah pernyataan resolusi Anda? Silahkan Anda cek apakah lebih banyak kata menurunkan atau meningkatkan? Mengurangi atau menambah? Menghindari atau mendekatkan? Secara psikologis, pernyataan resolusi menurunkan berat badan 5 kg terasa sebagai sesuatu yang berat, kurang bernuansa menyenangkan dan justru menurunkan semangat. Lalu bagaimana jika memang itu target dari berat badan ideal yang mau dicapai?

Solusinya adalah Anda perlu menggantinya dengan kata-kata yang lebih membangkitkan semangat,;seperti meningkatkan, menambah, mendekatkan. Misalnya Anda ganti dengan meningkatkan gaya hidup sehat,  jogging setiap pagi selama 30 menit, makan makanan kaya serat dan protein setiap hari untuk mencapai berat badan 60 kg di bulan Maret 2022. Dengan pernyataan resolusi yang diubah menjadi kata-kata yang lebih mendorong semagat, maka secara psikologis Anda akan menjadi jauh lebih bersemangat tiap kali mengingatnya dan sehingga terhindar dari merasa resolusi Anda adalah suatu beban.

2. Tidak Memiliki Setidaknya Dua Alasan yang Kuat

Kesalahan kedua yang sering dilakukan dalam menetapkan resolusi adalah setiap kita hanya langsung membuat apa yang mau dicapai (what), tanpa memikirkan apa alasan yang kuat mengapa resolusi atau target tersebut harus dicapai. Hal ini akan membuat resolusi Anda kurang memiliki kekuatan dan daya tarik! Karenanya penting sekali menetapkan alasan yang kuat ini dengan menanyakan pada diri Anda sendiri atau dengan merefleksikan diri kenapa hal ini penting dan harus dicapai. Alasan yang kuat ini minimal harus mengandung 2 hal, yakni yang pertama adalah alasan kuat berkenaan dengan nilai-nilai hidup yang Anda miliki. Misalnya Anda ingin di tahun 2022 ini dapat naik jabatan menjadi Manajer karena Anda punya nilai hidup service (melayani) yaitu dengan Anda dapat menjadi manajer dan mendapat gaji yang lebih besar maka Anda dapat memberikan uang setiap bulan dalam jumlah tertentu pada orang tua Anda untuk ia dapat menikmati hidup di masa tuanya.

Dan alasan kedua yang tidak kalah pentingnya untuk membuat target Anda memiliki kekuatan dahsyat ialah berupa alasan buruk atau resiko yang akan terjadi jika Anda tidak mencapainya. Pikirkanlah hal buruk yang akan sangat merugikan Anda jika target tidak tercapai. Mungkin Anda bertanya mengapa sampai harus memikirkan resiko buruk yang akan terjadi? Penyebabnya ialah pada kenyataannya sifat alamiah manusia akan lebih cepat berespon ketika menghadapi bahaya yang harus dihindarinya ketimbang karena ingin mencapai sesuatu. Karenanya Anda perlu menetapkan “bahaya” tersebut secara sengaja untuk membuat Anda lebih mengerahkan segala daya upaya untuk menghindari resiko buruk tersebut.

Seperti pengalaman seorang professional tadi yang menargetkan menjadi manajer karena ia tidak mau kehilangan kesempatan membahagiakan ibunya dengan memberi uang setiap bulan dalam jumlah tertentu. Ia tidak mau kehilangan kesempatan kedua membahagiakan orang tuanya, karena di masa lalu ia telah kehilangan kesempatan membahagiakan ayahnya yang telah meninggal sebelum ia sempat membahagiakannya. Bagi banyak orang seringkali alasan buruk ini menjadi alasan yang begitu kuat karena tidak ingin kejadian yang buruk di masa lampau terulang lagi, sehingga membuatnya bergerak melesat untuk mencapai target.

3. Tidak Memantau Perkembangan Kemajuan.

Apakah resolusi tahun baru Anda sudah diberi target waktu tercapai? Jika sudah, yes berarti Anda sudah dalam koridor yang benar. Apakah target waktu tersebut sudah spesifik alias disertai dengan tidak hanya tahun, tetapi juga bulan tanggal? Jika sudah, yes that’s very good! Tapi hal itu saja tidak cukup! Lho mengapa? Karena target waktu hanya membuat Anda mengetahui dateline kapan target tersebut harus tercapai. Namun Anda perlu punya strategi dan pendekatan jitu agar waktu yang telah ditetapkan tersebut tidak hanya sebagai penanda, tetapi menjadi strategi jitu untuk target dapat benar-benar terealisasi!

Lalu bagaimana caranya? Caranya Anda hanya perlu memantau perkembangan kemajuan yang Anda telah capai di setiap kurun waktu tertentu. Misalnya Anda menetapkan di paling lambat 1 Desember 2022 target Anda sudah bisa tercapai. Maka tetapkan misalnya di setiap akhir bulan Anda pantau sudah berapa persen target Anda tercapai. Tentunya sebelum Anda dapat memantau perkembangannya tiap bulan, Anda perlu meturunkan target Anda menjadi target setiap bulan yang harus dicapai. Dan kesalahan terbesar kebanyakan orang adalah tidak memantau perkembangan kemajuannya. Ketika Anda melupakan  pemantauan perkembangan maka sebenarnya Anda sedang berupaya melakukan sesuatu yang kontradiksi dengan sistem otak manusia. Otak manusia dalam sistem kerjanya akan sulit untuk tetap termotivasi jika tidak melihat adanya kemajuan nyata menuju tujuan yang mau dicapai.

Dan yang terpenting dilakukan dalam pemantauan perkembangan kemajuan ini ialah Anda tidak hanya mencatat posisi Anda setiap bulan dibandingkan target yang mau dicapai, tetapi Anda perlu mengecek apakah strategi untuk mencapainya sudah efektif? Ataukah perlu ditambah cara dan aktivitas lain atau mengganti pendekatan yang selama ini Anda lakukan. Mintalah seorang yang bisa dipercaya untuk memberikan umpan balik atau saran perbaikan sehingga Anda mendapatkan sudut pandangnya dan masukan yang berharga. Caritahu juga dari pengalaman orang-orang yang telah terlebih dahulu sudah sukses mencapai target yang serupa dengan target Anda. Pilihlah orang yang tepat dan lakukan analisa hal-hal apa yang Anda bisa pelajari dan ambil darinya.

Nah itulah 3 kesalahan utama yang perlu kita waspadai dalam membuat resolusi sehingga kita dapat mengantisipasinya. Selamat memiliki gairah baru untuk mencapai resolusi Anda dan katakan selamat tinggal pada kegagalan masa lalu karena Anda kini mengetahui strartegi jitu untuk membuat Anda bergerak melesat mencapai kesuksesan resolusi yang telah menanti. Next Leader Consulting sebagai partner pengembangan para pemimpin yang telah dipercaya di berbagai industri organisasi siap hadir menjadi partner Anda mencapai kesuksesn yang lebih besar di tahun 2022.