Dewasa ini di dunia kerja Milenial notebene tidak lagi menjadi generasi yang kerap dikatakan generasi paling muda, tetapi kini ada ‘adik dari Milenial’ alias si Gen Z atau Zoomer yang di banyak organisasi kini sudah dihadiri mereka. Siapakah Gen Z ini dan apa perbedaannya dengan Milenial? Untuk semakin dekat dan memahaminya, yuk kita berkenalan lebih lanjut dengan generasi setelah Milenial ini.

KARAKTERISTIK GEN Z

Mereka yang lahir diantara tahun 1996-2012 tergolong sebagai Angkatan generasi Z. Sehingga dapat dikatakan generasi Z yang tertua saat ini sudah ada di kisaran usia 26 tahun, sementara yang termuda berusia 10 tahun. Jadi tidak heran memang jika para fresh gradutes yang masuk di organisasi saat ini adalah si Zoomer ini. Lahir di era tahun 96 yang mana dunia sudah memasuki era digital membuat Gen Z sedari kecil sudah menikmati kemudahan teknologi bahkan sangat akrab dengannya. Tentunya hal ini membuat mereka memiliki karakter yang khas. Pertanyaannya seperti apa sajakah karakteristik Gen Z ini?

Karakteristik paling menonjol pada Gen Z di dunia kerja ialah mereka sangat piawai dengan teknologi. Rata-rata mereka fasih dengan berbagai aplikasi komputer dan sistem digital. Dapat mengakses teknologi sedari usia sangat dini ini membuat Gen Z terbuka akan segala sesuatu, mandiri karena dapat menyelesaikan dengan kecanggihan teknologi, suka berinteraksi melalui dunia maya yang membuat terkadang dirasa kurang sopan atau mengetahui tata krama bicara, hingga dianggap terlalu terbuka mengumbar informasi.

Selain itu Gen Z memiliki kelebihan dapat mengerjakan tugas multi-tasking dan bersedia toleransi karena ternyata mereka yang lahir di era teknologi ini mudah menyerap keberagaman dan mengadaptasikannya. Namun juga di sisi lain membuat focus mereka dalam bekerja mudah terdistraksi, mudah  bosan dan memiliki rentang atensi yang lebih rendah dari generasi sebelum mereka.

PERBEDAANNYA DENGAN MILENIAL

Dari karakteristik yang sudah sama-sama kita coba pahami tadi, yuk sekarang kita lihat apa perbedaan Milenial dan Gen Z ini?

1. Fokus Dalam Bekerja

Seperti dinyatakan tadi, Gen Z merupakan generasi yang hidup di era dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih dan maju, sehingga mereka memperoleh informasi jauh lebih cepat dari generasi lain dengan bantuan berbagai aplikasi terkini. Namun ternyata kecepatan memperoleh informasi ini menyebabkan kemampuan fokus mereka rata-rata lebih rendah dibandingkan generasi Milenial.
Milenial yang lahi di era 80an rata-rata memiliki focus dalam bekerja yang lebih  baik, tidak mudah bosan atau istilahnya mereka lebih dapat mengelola diri ketika merasa jenuh di pekerjaan mereka.

2. Kesediaan Bekerja Sama

Sedari usia dini mengakses teknologi dan dunia maya secara digital membuat Gen Z cenderung individualistis.  Mereka rata-rata ingin bekerja sendiri dan dinilai berdasarkan kemampan mereka sendiri dan bukan dari tim mereka. Sementara Milenial yang lahir di era tahun 80an hingga tahun 95 dapat dikatakan lebih kolaboratif dan berorientasi pada kerja tim. Milenial akan berkembang dengan baik dalam lingkungan yang memprioritaskan keterbukaan untuk saling kolaboratif dan bekerja sama untuk mencapai tujuan.

3. Apresiasi Yang Diharapkan

Bagi Anda yang memiliki tim kerja Milenial, rasanya Anda mengetahui bagaimana Milenial haus akan umpan balik alias saran-saran pengembangan diri yang ia dambakan untuk ketika menyelesaikan suatu pekerjaan – dengan catatan mereka masih diberi ruang berkreasi tanpa dikekang. Bagi Milenial jika bekerja tanpa umpan balik, akan membuatnya kurang merasa dihargai. Dan umpan balik ini juga merupakan suatu bentuk apresiasi mereka merasa dipercaya, terus dikembangkan potensinya.

Berbeda dengan Milenial, justru kemandirian Gen Z membuat mereka memiliki daya saing dengan yang lainnya. Rata-rata mereka lebih suka memiliki ruang kerja sendiri dibanding ruang kerja yang terbuka dan kolaboratif. Mereka juga tidak ingin bergantung pada orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Lalu apa yang membuat Gen Z merasa dihargai? Bagi Gen Z suatu kenyamanan dalam bekerja merupakan suatu penghargaan tersendiri. Misalnya fasilitas yang ada serta hubungan kerja yang dapat mempercayainya. Sementara bagi Milenial pengembangan diri

 NEXT LEADER CONSULTING sebagai partner bagi para pemimpin masa depan menyadari dalam memimpin tim lintas generasi, pemahaman akan karakteristik setiap generasi merupakan fondasi penting untuk dapat melakukan pendekatan yang tepat dalam meningkatkan kinerja tim. Semangat terus menjalin kerjasama lebih baik dan memaksimalkan kinerja tim Gen Z dan Milenial Anda!