Bagi Anda yang memiliki tim kerja beranggotakan para Milenial, mungkin bertanya-tanya apakah program yang dapat dilakukan organisasi untuk mendapatkan pelibatan diri lebih dari mereka di dalam pekerjaanya? Salah satu cara yang paling efektif untuk melibatkan generasi Y ini adalah dengan menciptakan budaya kerja yang dapat memberikan peluang untuk berkontribusi di luar deskripsi pekerjaan mereka yang ada, yang memberi mereka kesempatan untuk berdampak positif bagi organisasi tempatnya bekerja hingga dalam cakupan atau komunitas lebih luas.

Selain itu, tidak seperti generasi sebelumnya, generasi milenial lebih cenderung menghargai dan mengharapkan adanya lingkungan kerja sama dan dukungan. Penelitian dari Forbes menyatakan 88 % generasi milenial lebih menyukai budaya kerja kolaboratif ketimbang budaya kompetitif. Hal ini lebih lanjut didukung dalam sebuah artikel oleh Harvard Business Review yang menemukan bahwa karyawan yang merasakan kehangatan dan koneksi serta budaya yang peduli di tempat kerja lebih cenderung berkinerja lebih baik.

Untuk menciptakan jenis budaya ini, perusahaan dapat memberikan program yang memungkinkan karyawan dengan mudah dapat memberikan kontribusi dan waktu mereka untuk hal-hal yang mereka pedulikan. Seperti yang juga dinyatakan dalam penelitian dari PwC, 59 % generasi milenial berusaha bekerja untuk perusahaan yang berbagi nilai-nilai, yang menunjukkan kontribusi untuk program sosial perusahaan, membantu komunitas dalam cakupan yang lebih besar, dimana hal ini memungkinkan perusahaan untuk menjadi daya tarik bagi para talent milenial lainnya.

Program semacam itu akan menjadikan bahwa perusahaan Anda berkontibusi terhadap perubahan positif bagi masyarakat, dan tentunya memberikan keuntungan yang signifikan dalam hal mendapat perhatian dan daya tarik bagi generasi milennial lainnya untuk bergabung dengan perusahaan Anda.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan dalam pembuatan program sosial, kemasyarakatan hingga sukarelawan yang dapat berdampak bagi komunitas luas sesuai dengan karakteristik generasi milenial:

1. Sosialisasikan program dan ajak keterlibatan mereka melalui perangkat teknologi

Bagi generasi ini mengakses informasi merupakan hal yang sangat penting, dan tentunya melalui perangkat pribadi atau seluler yang dapat diakses melalui ujung jari mereka. Mendorong mereka untuk belajar tentang peluang kontribusi bagi komunitas lebih luas yang disediakan perusahaan, ada baiknya melalui email, sosial media dan situs website menjadi sangat penting.

2. Memanfaatkan kekuatan pengaruh teman

Bagi milenial terhubung dengan teman-teman mereka adalah hal yang penting. Jika rekan-rekan mereka secara aktif terlibat dalam program ini, maka akan lebih banyak individu bersedia berkontribusi juga. Manfaatkan media sosial dan komunikasi internal untuk menyoroti perkembangan setiap program, publikasikan individu yang mengambil bagian secara luas dan bantu mereka untuk mendorong lebih banyak teman-teman milenial untuk memberi diri dalam program tersebut.

3. Tunjukkan dampaknya

Milenial ingin memastikan kontribusi dan sumbangan dari mereka memiliki dampak nyata pada komunitas yang mereka dukung. Dengan membagikan hasil tentang bagaimana upaya mereka telah meningkatkan para penerima manfaat, generasi milenial akan lebih banyak lagi memberikan diri mereka dan meningkatkan kontribusi, pemikiran, waktu, bahkan donasi mereka dari waktu ke waktu sepanjang mereka terus melihat dampak nyatanya.