Supervisor seringkali menjadi sebuah pengalaman kepemimpinan awal bagi para profesional. Bagi mereka yang berstatus sebagai staff atau officer maka biasanya menjadi supervisor merupakan langkah awal  untuk menaiki tangga karier yang lebih tinggi, misalnya untuk dipercaya menjadi seorang manajer atau kepala Departemen. Bagi tidak sedikit orang jabatan supervisor juga dirasa membanggakan. Ya, bagaimana tidak jika awalnya teman-teman dalam satu tim adalah rekan kerja yang posisinya sejajar, kini mereka dipercaya menjadi supervisor sehingga rekan-rekannya tersebut kini menjadi anak buahnya.

Namun tentunya kebanggaaan dan langkah awal menuju karir yang lebih tinggi ini seperti memimpin orang-orang yang semula rekan-rekannya ini juga memberikan tantangan tersendiri. Bahkan tidak jarang yang menjadi bingung dan takut bagaimana menjadi dapat  menjadi seorang supervisor yang efektif, dapat berhasil memimpin para anak buahnya mencapai target sekaligus juga menjalankan amanah yang diberikan diberikan oleh atasannya dengan baik.

Kabar gembiranya bagi Anda yang berada di level supervisor, ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk Anda mengembangkan kemampuan kepemimpinan Anda sekaligus juga memperdalam ketrampilan teknis  untuk semakin memantapkan langkah Anda pada jenjang karir berikutnya. Namun demikian rasa bangga yang ada juga sekiranya jangan terlalu berlebihan sehingga kita terlalu cepat berpuas diri, hingga akhirnya hanya membuat kemampuan kita stagnan karena tidak lagi mau terus mengembangkan diri.

Mengapa sikap ini perlu kita miliki? Karena banyak di organisasi yang saya jumpai, para profesional menjadi mandeg karirnya di posisi supervisor ini, karena kurangnya memiliki pengetahuan dan menampilkan sikap kepemimpinan dasar yang sangat krusial untuk dikembangkan di posisi supervisor.

Utamanya peran kepmimpinan seorang supervisor ialah melakukan perencanaan, pengawasan dan pengelolaan terhadap orang-orang yang ada di bawahnya dan memastikan tim yang dipimpinnya berjalan sesuai dengan prosedur atau SOP yang berlaku untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Lalu pertanyaannya bagaimana agar dapat menjadi supervisor yang efektif ? Silahkan simak uraian dari tim Next Leader berikut yang kami intisarikan dari program pelatihan Practical Leadership For Supervisor berikut ini:

1. Kenali Sikap Kerja dan Kemampuan Setiap Anak Buah

Perbedaan utama ketika seorang menjadi supervisor dengan jabatan sebelumnya ialah ia tidak lagi hanya melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya saja, tetapi bertanggung jawab atas pekerjaan dari semua anak buahnya. Tentunya hal yang paling fundamental diperlukan disini adalah kemampuan mengawasi atau monitoring hingga mengevaluasi  hal-hal yang menjadi tanggung jawab para anak buahnya. Dan yang menjadi hal dasar disini adalah ketrampilan mengkomunikasikan tugas tanggung jawab tersebut pada setiap anak buah yang berbeda-beda hingga dapat ditangkap dan dilaksanakan dengan baik. Dan untuk seorang supervisor dapat mengkomunikasikannya secara efektif yakni sampai dengan berhasil dilakukan oleh setiap anak buahnya maka ia perlu memiliki pemahaman akan sikap dan kemampuan dari setiap anak buahnya.

Anda dapat memulainya dengan memperhatikan anak buah Anda secara lebih cermat dari biasanya di setiap interaksi dan komunikasi antara Anda dengannya. Lebih cermat di sini dalam artian bersikap lebih reflektif. Misalnya bagaimanakah cara komunikasi seorang anak buah Anda? Apakah ia cenderung diam saja walau ada yang tidak ia pahami? Atau ia seorang yang kritis dan banyak memberi ide-ide? Atau anak buah Anda adalah tipe yang berani menyanggah untuk hal-hal yang tidak ia setujui dari apa yang sudah Anda instruksikan dan sebagainya, Anda dapat mengetahuinya misalnya dengan memperhatikan bahasa tubuhnya, yaitu seperti apa sikap tubuhnya ketika Anda berbicara dengannya. Adakah keraguan atau justru rasa takut, rasa tidak percaya dari apa yang Anda katakan. Kepekaan memahami sikap anak buah dan juga memperhatikan tingkat kemampuan anak buah dari setiap tugas yang ia lakukan ini akan sangat berguna untuk kemudian Anda melakukan langkah berikutnya.

2. Melakukan Pendekatan Komunikasi Yang Tepat

Berikutnya setelah Anda mengetahui sikap para anak buah yakni apa yang ia rasakan dan pikirkan terkait pekerjaannya hingga tingkat kemampuannya. Maka berikutnya sebagai supervisor yang efektif Anda perlu menyesuaikan cara pendekatan komunikasi yang tepat, sesuai dengan sikap kerja dan kemampuannya tadi.

Adalah hal fatal ketika supervisor memberikan perlakukan yang sama pada semua anak buah karena pada akhirnya Anda tidak akan dapat memfasilitasi setiap anak buah mencapai kinerja terbaiknya. Bahkan seorang supervisor yang handal ia mampu dengan jeli melihat kelabihan dan kekurangan yang dimiliki setiap anak buanya dan memberikan perlakuan yang tepat untuk mengembangkan dan memacu kinerja mereka. Pada langkah ini, dalam program pelatihan Practical Leadership For Supervisor setiap supervisor ataupun calon supervisor diajak untuk dapat memahami keunikan dari karakteristik setiap individu dan mengembangkan pendekatan komunikasi yang sesuai.

3. Identifikasi Masalah dan Penanganan / Intervensi

Perilaku kerja anak buah yang kurang disiplin, adanya keterlambatan, miskomunikasi, hingga kesalahan teknis yang terjadi dalam tim yang dipimpin perlu diidentifikasi sejak dini. Adalah salah jika supervisor membiarkannya jika itu hanyalah sebuah kesalahan atau kelalaian kecil. Kesalahan kecil yang jika telah terjadi berulang bisa jadi merupakan suatu indikator adanya masalah yang serius yang dialami anak buah Anda. Dan banyak kali terjadi kesalahan kecil yang tidak segera ditangani dengan tegas atau dicari akar penyebab masalah hingga tuntas maka hanya akan membuat anak buah Anda tidak lagi sungkan melakukan kesalahan atau kelalaian dalam skala yang lebih besar atau bahkan menular pada rekan kerja yang lainnya.

Di sinilah kemampuan identifikasi masalah seorang supervisor diperlukan dan bagaimana ia dapat bertindak dengan cepat dan juga tepat untuk melakukan intervensi sesuai dengan penyebab masalah yang ditemukan. Dalam melakukan tindakan intervensi ini juga diperlukan empati dari supervisor untuk ia juga memahami posisi anak buanya tetapi juga sekaligus berempati dengan kondisi kebijakan organisasi atau tuntutan yang ada dari atasannya. Supervisor yang efektif dapat menjembatani gap ini dan hadir sebagai seorang pemimpin yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut dari kemampuan analisa masalah yang telah diasah. Karenanya ketrampilan penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan merupakan ketrampilan krusial yang diperlukan bagi setiap supervisor.

4. Konsisten dalam perkataan dan sikap kerja

Selain kemampuan berkomunikasi dengan tepat dalam mengelola anak buah, sikap seorang supervisor pun menjadi pertaruhan yang tak kalah penting harus dikembangkan untuk ia dapat menjadi pemimpin yang efektif. Jika ia mampu menegur anak buahnya yang telambat ataupun menangani anak buah yang membuat kesalahan, maka ia pun seyogyanya menampilkan sikap kerja dirinya sendiri yang konsisten dengan perkataan atau perilakunya terhadap anak buah. Tentunya jika sikap ini tidak dikembangkan, maka kemampuan yang ia miliki hanya akan menjadi semacam buah simalakama. Ia sama sekali tidak akan mendapat kepercayaan dari anak buahnya. Lama kelamaan anak buah pun akan tidak lagi respek akan sikap dan ucapan dari supervisornya. Tentunya Anda tidak mau bukan menajdi supervisor yang tidak dipercaya anak buah Anda?

Untuk Anda dapat mengetahui lebih mendalam langkah-langkah menajdi supervisor efetif diperlukan fasilitator dan para coach yang membantu Anda. Next Leader Consulting hadir sebagai partner bagi pengembangan kinerja organisasi melalui progam pelatihan Practical Leadership For Supervisor yang dikemas sesuai tantangan kemepimpinan seorang pemimpin tingkat awal dan isu-isu kekinian untuk semakin memperlengkapi Anda menjadi supervisor yang efektif.